• restoran steak jakarta

Kenapa Steak Medium Tidak Digemari Kebanyakan Orang Indo?

Kenapa Steak Medium Tidak Digemari Kebanyakan Orang Indo?

Hai Steak Lovers! Apakabar Nih? Udah baca artikel mimin kemarin? Yup! Mimin sempat singgung pembahasan tentang 5 Tingkat Kematangan Steak yang bisa kalian pilih. Nah, mimin sempat singgung tuh kalau tingkat kematangan steak medium nyatanya tidak banyak digemari oleh orang-orang Indo. Btw, kalo kalian mau baca-baca lagi, boleh kok, baca disini aja guys!

Nah, balik lagi ke pembahasan awal. Kalian tau nggak, kira-kira kenapa orang-orang Indonesia secara umum, mungkin kalian juga termasuk, tidak suka dengan tingkat kematangan steak medium. Padahal, dengan tingkat kematangan ini, kalian bisa dengan leluasa menikmati ke juicy an tekstur daging.

Well, seru nih kayaknya kalau kita bahas masalah tersebut. Dibikin santai aja, mimin akan tuliskan sejumlah fakta terkait alasan kebanyakan orang Indo yang nggak suka dengan steak medium. Bisa aja nih, ada fakta-fakta yang kurang atau tidak tepat, kalian bisa yah, tinggalin komentar kalian di kolom komentar di bawah postingan. Siapa tau kalian punya pendapat tersendiri kenapa steak medium jarang digemari oleh sebagian besar  customer di Restoran steak di Indonesia.

Apa sih Steak Medium?

Well, sebelum bahas tentang alasan, kita harus tau dulu nih, steak medium itu apa sih. Kaya namanya, Steak Medium berarti mempunyai tingkat kematangan yang setengah setengah. Yup, setengah matang setengah mentah. Kalau kalian pesan tingkat kematangan ini di mbak-mbak atau mas-mas crew Restoran Steak, kalian akan disajikan dengan sepiring steak yang bagian luarnya matang sempurna, tapi bagian dalamnya masih 40 persen matang alias 60 persennya masih kemerahan atau belum matang.

Steak dengan tingkat kematangan ini biasanya berada dalam suhu 60-55 derajat celcius ketika diukur dengan thermometer makanan . Sejatinya, tingkat kematangan ini masih menjadi standar kelezatan steak di seluruh dunia.

Kenapa Orang Indo Nggak Suka Steak Medium?

Nah, padahal kan steak dengan tingkat kematangan medium menjadi standar kelezatan steak hampir di seluruh dunia. Tapi, di Indonesia, kebanyakan customer masih memilih steak dengan tingkat kematangan Medium Well dan bahkan Well Done. Ini nih beberapa alasan kenapa tingkat medium tidak cukup digemari di Indonesia, apa aja?

#1 Mengira Daging Belum Matang Menjadi Tidak Halal

Hal paling mendasar adalah karena steak dengan tingkat kematangan medium yang masih terlihat merah dianggap tidak halal karena belum matang sempurna. Hmm perlu di garis bawahi, jika tingkat kematangan daging tidak memperngaruhi kehalalan suatu produk.

Yang paling penting terkait kehalalan adalah jenis daging, proses penyembelihan hewannya serta proses penyimpanan maupun pengolahan yang sudah dipastikan tidak bercampur dengan unsur-unsur yang tidak halal.

#2 Warna Merah Yang Dianggap Darah

Steak dengan tingkat kematangan medium akan menunjukkan warna kecoklatan di luar dan warna sedikit kemerahan di bagian dalam. Sebagian besar orang Indonesia menganggap bahwa warna merah, atau cairan merah yang keluar dari daging adalah darah. Ternyata bukan loh, cairan merah tersebut adalah juice atau sari daging tersebut. Juice ini mengandung air dan bercampur dengan protein yang bahasa ilmiahnya disebut myoglobin.

#3 Lidah Indo yang Suka Banyak Bumbu

Pernah nggak sih kepikiran empal atau rendang ibarat steak lokal. Yup! Kita, orang Indonesia sudahh terbiasa mengkonsumsi makanan dengan kaya rempah dan bumbu serta lebih suka daging dengan tekstur kering dan berbumbu. Oleh sebab itu, empal dan rendang menjadi olahan daging yang sangat populer di wilayah Sabang hingga Merauke.

Ketika orang-orang Indo mengkonsumsi steak, mereka akan lebih suka dengan tekstur yang kering dengan rasa yang kuat. Makanya, meskipun sudah ada saus yang melapisi daging steak, kebanyakan dari kita masih menambahkan saus sambal untuk cocolan daging, betul nggak?

Apapun Selera Kematangan Steak nya, Makannya Steaknya tetap di Barapi Meat & Grill

Yup, betul banget! Tingkat kematangan steak memang sangat personal. Meskipun kebanyakn bule suka steak medium atau medium rare, tapi tidak sedikit juga dari mereka yang juga suka steak dengan medium well atau well done, begitupun sebaliknya.

Apapun tingkat kematangannya, serahin aja urusan steak enak, steak murah dan steak sehat ke Barapi Meat and Grill. Ini, salah satu restoran steak di Jakarta yang menyajikan steak premium dengan harga bersahabat. Masih menjadi rekomendasi restoran steak enak di Jakarta, kalian wajib banget cobain.

Lagi mau makan steak enak? Yuk ke Barapi aja!

 

Oleh: Fithrotul Izzah, source diambil dari Lifestyle.kompas.com


Leave A Response

Barapi Meat & Grill

Barapi Meat & Grill menyajikan menu steak kualitas premium bermutu tinggi, burger, hotdog dan berbagai macam menu serba panggang (grill) yang segar dan lezat, dengan mengutamakan layanan dari hati, dan dikemas dalam suasana yang nyaman.

 

Jl. Rawabelong No.3 RT.02 RW.03 Kelurahan Sukabumi Utara Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Phone (021) 53668449. Email info@barapigrill.com. Barapi Meat & Grill is owned and managed by PT MAHAWIRYA MAKMUR SENTOSA.